Sunan An-Nasa'i · Kitab Jual Beli · No. 4549

Bab Jual Beli Hasil Pertanian dengan Makanan

Shahih oleh Darussalam

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَنِ الْمُزَابَنَةِ أَنْ يَبِيعَ ثَمَرَ حَائِطِهِ وَإِنْ كَانَ نَخْلاً بِتَمْرٍ كَيْلاً وَإِنْ كَانَ كَرْمًا أَنْ يَبِيعَهُ بِزَبِيبٍ كَيْلاً وَإِنْ كَانَ زَرْعًا أَنْ يَبِيعَهُ بِكَيْلِ طَعَامٍ نَهَى عَنْ ذَلِكَ كُلِّهِ .

akhbarana qutaybahu, qala haddatsana allaytsu, an nafiin, ani abni umara, qala naha rasulu allahi ani almuzabanahi an yabia tsamara haithihi wain kana nakhlan bitamrin kaylan wain kana karman an yabiahu bizabibin kaylan wain kana zaran an yabiahu bikayli thaamin naha an dzalika kullihi.

Diriwayatkan bahwa Ibn 'Umar berkata: "Rasulullah ﷺ melarang Muzabanah, yaitu ketika seorang menjual buah kurma dari kebunnya sementara masih di pohon, untuk ukuran makanan kering, untuk ukuran kurma kering, dengan memperkirakan jumlah (kurma di pohon). Atau, jika itu anggur, dia menjualnya ketika masih di pohon anggur, untuk ukuran kismis, dengan memperkirakan jumlah (anggur di pohon). Atau jika itu biji-bijian di ladang, dia menjualnya untuk biji-bijian yang sudah dipanen, dengan memperkirakan jumlah (biji-bijian di ladang). Dia melarang semua itu."

Penjelasan