Bab Murtad setelah Hijrah
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي عُبَيْدٍ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ، أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى الْحَجَّاجِ فَقَالَ يَا ابْنَ الأَكْوَعِ ارْتَدَدْتَ عَلَى عَقِبَيْكَ وَذَكَرَ كَلِمَةً مَعْنَاهَا وَبَدَوْتَ . قَالَ لاَ وَلَكِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَذِنَ لِي فِي الْبُدُوِّ .
Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hatim bin Ismail, dari Yazid bin Abu Ubaid, dari Salamah bin Al-Akwa, bahwa ia masuk menemui Al-Hajjaj yang berkata: "Wahai anak Al-Akwa, engkau telah murtad dari Islam dengan tinggal di padang pasir bersama orang-orang Badui." Ia menjawab: "Tidak; tetapi Rasulullah ﷺ telah mengizinkan saya untuk tinggal di padang pasir bersama orang-orang Badui."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
