Bab Cara Li'an
Shahih oleh Darussalam
akhbarana imranu ibnu yazida, qala haddatsana makhladu ibnu husaynin alazdiyyu, qala haddatsana hisyamu ibnu hassana, an muhammadi ibni sirina, an anasi ibni malikin, qala inna awwala lianin kana fi alislami anna hilala ibna umayyaha qadzafa syarika abna assahmai bimraatihi faata annabiyya faakhbarahu bidzalika faqala lahu annabiyyu " arbaaha syuhadaa waila fahaddun fi zhahrika ". yuraddidu dzalika alayhi miraran faqala lahu hilalun waallahi ya rasula allahi inna allaha azza wajalla layalamu anni shadiqun walayunzilanna allahu azza wajalla alayka ma yubarriu zhahri mina aljaldi. fabaynama hum kadzalika idz nazalat alayhi ayahu alliani waadzina yarmuna azwajahum ila akhiri alayahi fadaa hilalan fasyahida arbaa syahadatin biallahi innahu lamina asshadiqina waalkhamisahu anna lanaha allahi alayhi in kana mina alkadzibina tsumma duiyati almarahu fasyahidat arbaa syahadatin biallahi innahu lamina alkadzibina falamma an kana fi arrabiahi awi alkhamisahi qala rasulu allahi " waqqifuha fainnaha mujibahun ". fatalakkaat hatta ma syakakna annaha satatarifu tsumma qalat la afdhahu qawmi saira alyawmi. famadhat ala alyamini faqala rasulu allahi " anzhuruha fain jaat bihi abyadha sabithan qadhia alaynayni fahuwa lihilali ibni umayyaha wain jaat bihi adama jadan raban hamsya assaqayni fahuwa lisyariki abni assahmai ". fajaat bihi adama jadan raban hamsya assaqayni faqala rasulu allahi " lawla ma sabaqa fiha min kitabi allahi lakana li walaha syanun ". qala assyaykhu waalqadhiu thawilu syari alaynayni laysa bimaftuhi alayni wala jahizhihima waallahu subhanahu wataala alamu.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa: "Li'an pertama dalam Islam adalah ketika Hilal bin Umayyah menuduh Sharik bin As-Sahma' (berzina) dengan istrinya. Dia datang kepada Nabi ﷺ dan memberitahukan hal itu. Nabi ﷺ berkata: '(Bawalah) empat saksi, jika tidak (kamu akan merasakan) hukuman Hadd di punggungmu.' Dan dia mengulanginya beberapa kali. Hilal berkata: 'Demi Allah, wahai Rasulullah! Allah, Yang Maha Perkasa dan Agung, tahu bahwa saya berkata benar, dan Allah, Yang Maha Perkasa dan Agung, pasti akan menurunkan kepada Anda sesuatu yang akan membebaskan punggung saya dari cambukan.' Ketika mereka dalam keadaan seperti itu, ayat Li'an diturunkan kepadanya: 'Dan orang-orang yang menuduh istri-istri mereka.' Dia memanggil Hilal dan dia bersaksi empat kali dengan nama Allah bahwa dia berkata benar, dan yang kelima dia mengutuk dirinya dengan kutukan Allah jika dia berbohong. Kemudian dia memanggil wanita itu dan dia bersaksi empat kali dengan nama Allah bahwa dia berbohong. Ketika sampai pada kali keempat atau kelima, Rasulullah ﷺ berkata: 'Tahan dia, karena itu pasti akan membawa hukuman Allah kepada si pendusta.' Dia ragu-ragu sampai kami mengira bahwa dia akan mengakui, kemudian dia berkata: 'Saya tidak akan mempermalukan kaum saya hari ini.' Kemudian dia melanjutkan dengan sumpah. Rasulullah ﷺ berkata: 'Tunggu dan lihat. Jika dia melahirkan seorang anak yang putih, dengan rambut lurus dan mata Qadi'a, maka dia milik Hilal bin Umayyah, tetapi jika dia melahirkan seorang anak yang gelap dengan rambut keriting, berukuran sedang dan betis sempit, maka dia milik Sharik bin As-Sahma.' Dia melahirkan seorang anak yang gelap dengan rambut keriting, berukuran sedang dan betis sempit. Rasulullah ﷺ berkata: 'Seandainya masalah ini tidak ditentukan oleh Kitab Allah, saya pasti akan menghukumnya dengan keras.'"