Bab Mengutamakan Mandi bagi Kafir yang Ingin Masuk Islam
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ إِنَّ ثُمَامَةَ بْنَ أُثَالٍ الْحَنَفِيَّ انْطَلَقَ إِلَى نَجْلٍ قَرِيبٍ مِنَ الْمَسْجِدِ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ يَا مُحَمَّدُ وَاللَّهِ مَا كَانَ عَلَى الأَرْضِ وَجْهٌ أَبْغَضَ إِلَىَّ مِنْ وَجْهِكَ فَقَدْ أَصْبَحَ وَجْهُكَ أَحَبَّ الْوُجُوهِ كُلِّهَا إِلَىَّ وَإِنَّ خَيْلَكَ أَخَذَتْنِي وَأَنَا أُرِيدُ الْعُمْرَةَ فَمَاذَا تَرَى فَبَشَّرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَمَرَهُ أَنْ يَعْتَمِرَ . مُخْتَصِرٌ .
Abu Hurairah berkata: "Thumamah bin Uthal Al-Hanafi pergi mengambil air yang dekat Masjid dan melakukan Ghusl, kemudian ia masuk ke Masjid dan berkata: 'Ashhadu an la ila ha ill-Allah was ashhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh (Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya), wahai Muhammad, demi Allah! Tidak ada wajah di muka bumi ini yang lebih saya benci daripada wajahmu, tetapi kini wajahmu telah menjadi wajah yang paling saya cintai. Kavalri-mu telah menangkapku dan saya ingin melakukan 'Umrah. Apa pendapatmu? Nabi (ﷺ) memberinya kabar gembira dan memerintahkannya untuk melakukan 'Umrah."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
