Bab Mandi dari Menguburkan Orang Musyrik
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، عَنْ مُحَمَّدٍ، قَالَ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، قَالَ سَمِعْتُ نَاجِيَةَ بْنَ كَعْبٍ، عَنْ عَلِيٍّ، رضى الله عنه أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ إِنَّ أَبَا طَالِبٍ مَاتَ . فَقَالَ " اذْهَبْ فَوَارِهِ " . قَالَ إِنَّهُ مَاتَ مُشْرِكًا . قَالَ " اذْهَبْ فَوَارِهِ " . فَلَمَّا وَارَيْتُهُ رَجَعْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ لِي " اغْتَسِلْ " .
Diriwayatkan bahwa Abu Ishaq berkata: “Saya mendengar Najiyah bin Ka'b meriwayatkan dari Ali bahwa dia datang kepada Nabi (ﷺ) dan berkata: 'Abu Talib telah meninggal.' Dia berkata: 'Pergilah dan kuburkan dia.' Dia berkata: 'Dia meninggal sebagai seorang musyrik.' Dia berkata: 'Pergilah dan kuburkan dia.' (Ali berkata:) 'Ketika saya telah menguburkannya, saya kembali kepadanya dan dia berkata kepada saya: 'Lakukan Ghusl.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
