Bab Perintah Allah untuk Tidak Mengangkat Suara dalam Shalat
Shahih oleh Darussalam
akhbarana muhammadu ibnu qudamaha, qala haddatsana jarirun, ani alamasyi, an jafari ibni iyasin, an saidi ibni jubayrin, ani abni abbasin, qala kana annabiyyu yarfau shawtahu bialqurani wakana almusyrikuna idza samiu shawtahu sabbu alqurana waman jaa bihi fakana annabiyyu yakhfidhu shawtahu bialqurani ma kana yasmauhu ashhabuhu faanzala allahu azza wajalla wala tajhar bishalatika wala tukhafit biha wabtaghi bayna dzalika sabilan ".
Diriwayatkan bahwa Ibn Abbas berkata: "Nabi ﷺ biasa mengangkat suaranya ketika membaca Al-Qur'an, dan ketika para penyembah berhala mendengar suaranya, mereka akan mencela Al-Qur'an dan orang yang membawanya. Maka Nabi ﷺ mulai merendahkan suaranya sehingga para sahabatnya tidak mendengarnya. Kemudian Allah (SWT), Yang Maha Perkasa dan Mulia, menurunkan: 'Dan tawarkanlah shalatmu (doamu) tidak dengan suara keras dan tidak dengan suara pelan, tetapi ikutilah jalan di antara keduanya.'"