Shahih Muslim · Kitab Masjid dan Tempat Shalat · No. 674

Bab Siapa yang Paling Berhak Menjadi Imam

Shahih

وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ، قَالَ أَتَيْنَا رَسُولَ اللَّهِ ﷺ وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُونَ فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ عِشْرِينَ لَيْلَةً وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ رَحِيمًا رَقِيقًا فَظَنَّ أَنَّا قَدِ اشْتَقْنَا أَهْلَنَا فَسَأَلَنَا عَنْ مَنْ تَرَكْنَا مِنْ أَهْلِنَا فَأَخْبَرْنَاهُ فَقَالَ " ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ فَأَقِيمُوا فِيهِمْ وَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ ثُمَّ لْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ " .

wahaddatsani zuhayru ibnu harbin, haddatsana ismailu ibnu ibrahima, haddatsana ayyubu, an abi qilabaha, an maliki ibni alhuwayritsi, qala atayna rasula allahi wanahnu syababahun mutaqaribuna faaqamna indahu isyrina laylahan wakana rasulu allahi rahiman raqiqan fazhanna anna qadi asytaqna ahlana fasaalana an man tarakna min ahlina faakhbarnahu faqala " arjiu ila ahlikum faaqimu fihim waallimuhum wamuruhum faidza hadharati asshalahu falyuaddzin lakum ahadukum tsumma lyaummakum akbarukum ".

Malik bin Huwairith melaporkan: Kami datang kepada Rasulullah ﷺ dan kami adalah sekumpulan pemuda yang hampir sebaya. Kami tinggal bersamanya selama dua puluh malam, dan karena Rasulullah ﷺ sangat baik dan lembut hati, ia mengira bahwa kami rindu (untuk bertemu) keluarga kami (kami merasa rindu rumah). Maka ia bertanya kepada kami tentang anggota keluarga yang kami tinggalkan, dan ketika kami memberitahunya, ia berkata: Kembalilah kepada keluarga kalian, tinggal bersamalah dengan mereka, dan ajarkanlah mereka (keyakinan dan praktik Islam) serta nasihatilah mereka untuk berbuat baik, dan ketika waktu shalat tiba, salah seorang di antara kalian harus mengumandangkan Adhan dan kemudian yang tertua di antara kalian harus menjadi imam shalat.

Penjelasan