Bab Siapa yang Paling Berhak Menjadi Imam
وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ، قَالَ أَتَيْنَا رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُونَ فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ عِشْرِينَ لَيْلَةً وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَحِيمًا رَقِيقًا فَظَنَّ أَنَّا قَدِ اشْتَقْنَا أَهْلَنَا فَسَأَلَنَا عَنْ مَنْ تَرَكْنَا مِنْ أَهْلِنَا فَأَخْبَرْنَاهُ فَقَالَ " ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ فَأَقِيمُوا فِيهِمْ وَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ ثُمَّ لْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ " .
Malik bin Huwairith melaporkan: Kami datang kepada Rasulullah ﷺ dan kami adalah sekumpulan pemuda yang hampir sebaya. Kami tinggal bersamanya selama dua puluh malam, dan karena Rasulullah ﷺ sangat baik dan lembut hati, ia mengira bahwa kami rindu (untuk bertemu) keluarga kami (kami merasa rindu rumah). Maka ia bertanya kepada kami tentang anggota keluarga yang kami tinggalkan, dan ketika kami memberitahunya, ia berkata: Kembalilah kepada keluarga kalian, tinggal bersamalah dengan mereka, dan ajarkanlah mereka (keyakinan dan praktik Islam) serta nasihatilah mereka untuk berbuat baik, dan ketika waktu shalat tiba, salah seorang di antara kalian harus mengumandangkan Adhan dan kemudian yang tertua di antara kalian harus menjadi imam shalat.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
