Bab Larangan Bagi yang Makan Bawang atau Sejenisnya untuk Masuk Masjid
وَحَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنِ الْجُرَيْرِيِّ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ لَمْ نَعْدُ أَنْ فُتِحَتْ، خَيْبَرُ فَوَقَعْنَا أَصْحَابَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي تِلْكَ الْبَقْلَةِ الثُّومِ وَالنَّاسُ جِيَاعٌ فَأَكَلْنَا مِنْهَا أَكْلاً شَدِيدًا ثُمَّ رُحْنَا إِلَى الْمَسْجِدِ فَوَجَدَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الرِّيحَ فَقَالَ " مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ الْخَبِيثَةِ شَيْئًا فَلاَ يَقْرَبَنَّا فِي الْمَسْجِدِ " . فَقَالَ النَّاسُ حُرِّمَتْ حُرِّمَتْ . فَبَلَغَ ذَاكَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ " أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّهُ لَيْسَ بِي تَحْرِيمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لِي وَلَكِنَّهَا شَجَرَةٌ أَكْرَهُ رِيحَهَا " .
Abu Sa'id berkata: "Kami tidak melakukan kesalahan kecuali Khaybar telah ditaklukkan. Kami, para Sahabat Rasulullah (ﷺ), jatuh pada tanaman ini, yaitu bawang putih, karena orang-orang lapar. Kami memakannya dengan lahap dan kemudian menuju masjid. Rasulullah (ﷺ) mencium baunya dan berkata: 'Siapa yang mengambil sesuatu dari tanaman yang menjijikkan ini, janganlah mendekati kami di masjid.' Orang-orang berkata: 'Penggunaannya telah diharamkan; penggunaannya telah diharamkan.' Ini sampai kepada Rasulullah (ﷺ) dan beliau berkata: 'Wahai manusia, sesungguhnya aku tidak dapat mengharamkan sesuatu yang Allah halalkan untukku dan untuk kalian, tetapi (bawang putih ini) adalah tanaman yang baunya menjijikkan bagiku.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
