Bab Disunnahkan Memperpanjang Cahaya di Wudhu
حَدَّثَنِي أَبُو كُرَيْبٍ، مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ وَالْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّاءَ بْنِ دِينَارٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلاَلٍ، حَدَّثَنِي عُمَارَةُ بْنُ غَزِيَّةَ الأَنْصَارِيُّ، عَنْ نُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمُجْمِرِ، قَالَ رَأَيْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَتَوَضَّأُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي الْعَضُدِ ثُمَّ يَدَهُ الْيُسْرَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي الْعَضُدِ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي السَّاقِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي السَّاقِ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَتَوَضَّأُ . وَقَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " أَنْتُمُ الْغُرُّ الْمُحَجَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ إِسْبَاغِ الْوُضُوءِ فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ فَلْيُطِلْ غُرَّتَهُ وَتَحْجِيلَهُ " .
Nu'aim b. 'Abdullah al-Mujmir melaporkan: Saya melihat Abu Huraira berwudhu. Dia mencuci wajahnya dan mencucinya dengan baik. Kemudian dia mencuci tangan kanannya termasuk sebagian dari lengannya. Dia kemudian mencuci tangan kirinya termasuk sebagian dari lengannya. Dia kemudian mengusap kepalanya. Dia kemudian mencuci kaki kanannya termasuk betisnya, dan kemudian mencuci kaki kirinya termasuk betisnya, dan kemudian berkata: "Inilah cara saya melihat Rasulullah (ﷺ) berwudhu." Dan (Abu Huraira) menambahkan bahwa Rasulullah (ﷺ) telah mengamati: "Kalian akan memiliki wajah, tangan, dan kaki yang bercahaya pada Hari Kebangkitan karena wudhu kalian yang sempurna. Barangsiapa di antara kalian yang mampu, hendaklah dia memperpanjang cahaya dahi dan tangan serta kakinya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
