Bab Kebencian Menamai Dengan Nama-Nama yang Buruk dan Dengan Nafi' dan Sejenisnya
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي خَلَفٍ، حَدَّثَنَا رَوْحٌ، حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، يَقُولُ أَرَادَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَنْهَى عَنْ أَنْ يُسَمَّى بِيَعْلَى وَبِبَرَكَةَ وَبِأَفْلَحَ وَبِيَسَارٍ وَبِنَافِعٍ وَبِنَحْوِ ذَلِكَ ثُمَّ رَأَيْتُهُ سَكَتَ بَعْدُ عَنْهَا فَلَمْ يَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَلَمْ يَنْهَ عَنْ ذَلِكَ ثُمَّ أَرَادَ عُمَرُ أَنْ يَنْهَى عَنْ ذَلِكَ ثُمَّ تَرَكَهُ .
Jabir b. 'Abdullah melaporkan: Rasulullah (ﷺ) memutuskan untuk melarang (pengikutnya) menamai orang dengan Ya'la (Tinggi), Baraka (Berkah), Aflah (Sukses), Yasar dan Nafi', tetapi saya melihat bahwa beliau tetap diam setelah itu dan tidak mengatakan apa-apa sampai Rasulullah (ﷺ) wafat. Dan beliau tidak melarang (pengikutnya untuk melakukan ini), kemudian 'Umar memutuskan untuk melarang (orang) memberi nama-nama ini, tetapi kemudian membatalkan ide tersebut.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
