Bab Larangan Terhadap Menyamar, Dalam Pakaian dan Lainnya serta Menunjukkan Apa yang Tidak Diberikan
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ فَاطِمَةَ، عَنْ أَسْمَاءَ، جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ إِنَّ لِي ضَرَّةً فَهَلْ عَلَىَّ جُنَاحٌ أَنْ أَتَشَبَّعَ مِنْ مَالِ زَوْجِي بِمَا لَمْ يُعْطِنِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلاَبِسِ ثَوْبَىْ زُورٍ " .
Asma' melaporkan bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah (ﷺ) dan berkata: Saya memiliki seorang istri kedua. Apakah ada dosa bagi saya jika saya memberikan kesan palsu (mendapatkan sesuatu dari suami saya yang sebenarnya tidak diberikan)? Maka Rasulullah (ﷺ) bersabda: Orang yang menciptakan kesan seperti itu, seolah-olah menerima apa yang tidak diberikan, adalah seperti orang yang mengenakan pakaian kebohongan.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
