Shahih Muslim · Kitab Kepemimpinan · No. 1849

Bab Perintah untuk Tetap Bersama Jamaah Saat Munculnya Fitnah dan Peringatan Terhadap Para Penyeru kepada Kekufuran

Shahih

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنِ الْجَعْدِ أَبِي عُثْمَانَ، عَنْ أَبِي، رَجَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، يَرْوِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ فَمِيتَةٌ جَاهِلِيَّةٌ " .

haddatsana hasanu ibnu arrabii, haddatsana hammadu ibnu zaydin, ani aljadi abi utsmana, an abi, rajain ani abni abbasin, yarwihi qala qala rasulu allahi " man raa min amirihi syayan yakrahuhu falyashbir fainnahu man faraqa aljamaaha syibran famata famitahun jahiliyyahun ".

Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang melihat pada pemimpinnya sesuatu yang ia benci, maka hendaklah ia bersabar, karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah meskipun sejengkal dan kemudian ia mati, maka matinya adalah mati jahiliyah."

Penjelasan