Bab Perintah untuk Tetap Bersama Jamaah Saat Munculnya Fitnah dan Peringatan Terhadap Para Penyeru kepada Kekufuran
حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنِ الْجَعْدِ أَبِي عُثْمَانَ، عَنْ أَبِي، رَجَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، يَرْوِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ فَمِيتَةٌ جَاهِلِيَّةٌ " .
Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Siapa yang melihat pada pemimpinnya sesuatu yang ia benci, maka hendaklah ia bersabar, karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah meskipun sejengkal dan kemudian ia mati, maka matinya adalah mati jahiliyah."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
