Shahih Muslim · Kitab Kepemimpinan · No. 1850

Bab Perintah untuk Tetap Bersatu di Saat Munculnya Fitnah dan Peringatan Terhadap Para Pengajak kepada Kekufuran

Shahih

حَدَّثَنَا هُرَيْمُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى، حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ، قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ، عَنْ أَبِي، مِجْلَزٍ عَنْ جُنْدَبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ قُتِلَ تَحْتَ رَايَةٍ عُمِّيَّةٍ يَدْعُو عَصَبِيَّةً أَوْ يَنْصُرُ عَصَبِيَّةً فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ " .

haddatsana huraymu ibnu abdi alala, haddatsana almutamiru, qala samitu abi yuhadditsu, an abi, mijlazin an jundabi ibni abdi allahi albajaliyyi, qala qala rasulu allahi " man qutila tahta rayahin ummiyyahin yadu ashabiyyahan aw yanshuru ashabiyyahan faqitlahun jahiliyyahun ".

Dari Jundab bin Abdullah Al-Bajali, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang terbunuh di bawah panji yang tidak jelas, yang menyerukan kepada fanatisme atau mendukung fanatisme, maka ia mati dengan kematian jahiliyah."

Penjelasan