Bab Penjelasan bahwa Islam Dimulai dalam Keanehan dan Akan Kembali dalam Keanehan
Shahih
وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، وَالْفَضْلُ بْنُ سَهْلٍ الأَعْرَجُ، قَالاَ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ بْنُ سَوَّارٍ، حَدَّثَنَا عَاصِمٌ، - وَهُوَ ابْنُ مُحَمَّدٍ الْعُمَرِيُّ - عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " إِنَّ الإِسْلاَمَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ وَهُوَ يَأْرِزُ بَيْنَ الْمَسْجِدَيْنِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ فِي جُحْرِهَا " .
Diriwayatkan dari Ibn Umar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana ia dimulai, dan ia akan kembali antara dua masjid sebagaimana ular kembali ke dalam lubangnya."