Bab Penjelasan bahwa Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing serta bahwa ia akan kembali di antara dua masjid
وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ، - يَعْنِي سُلَيْمَانَ بْنَ حَيَّانَ - عَنْ سَعْدِ بْنِ طَارِقٍ، عَنْ رِبْعِيٍّ، عَنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ كُنَّا عِنْدَ عُمَرَ فَقَالَ أَيُّكُمْ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَذْكُرُ الْفِتَنَ فَقَالَ قَوْمٌ نَحْنُ سَمِعْنَاهُ . فَقَالَ لَعَلَّكُمْ تَعْنُونَ فِتْنَةَ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَجَارِهِ قَالُوا أَجَلْ . قَالَ تِلْكَ تُكَفِّرُهَا الصَّلاَةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَلَكِنْ أَيُّكُمْ سَمِعَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَذْكُرُ الْفِتَنَ الَّتِي تَمُوجُ مَوْجَ الْبَحْرِ قَالَ حُذَيْفَةُ فَأَسْكَتَ الْقَوْمُ فَقُلْتُ أَنَا . قَالَ أَنْتَ لِلَّهِ أَبُوكَ . قَالَ حُذَيْفَةُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ " تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا فَأَىُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ وَأَىُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلاَ تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ وَالآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لاَ يَعْرِفُ مَعْرُوفًا وَلاَ يُنْكِرُ مُنْكَرًا إِلاَّ مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ " . قَالَ حُذَيْفَةُ وَحَدَّثْتُهُ أَنَّ بَيْنَكَ وَبَيْنَهَا بَابًا مُغْلَقًا يُوشِكُ أَنْ يُكْسَرَ . قَالَ عُمَرُ أَكَسْرًا لاَ أَبَا لَكَ فَلَوْ أَنَّهُ فُتِحَ لَعَلَّهُ كَانَ يُعَادُ . قُلْتُ لاَ بَلْ يُكْسَرُ . وَحَدَّثْتُهُ أَنَّ ذَلِكَ الْبَابَ رَجُلٌ يُقْتَلُ أَوْ يَمُوتُ . حَدِيثًا لَيْسَ بِالأَغَالِيطِ . قَالَ أَبُو خَالِدٍ فَقُلْتُ لِسَعْدٍ يَا أَبَا مَالِكٍ مَا أَسْوَدُ مُرْبَادًّا قَالَ شِدَّةُ الْبَيَاضِ فِي سَوَادٍ . قَالَ قُلْتُ فَمَا الْكُوزُ مُجَخِّيًا قَالَ مَنْكُوسًا .
Diriwayatkan dari Hudhaifah: Kami sedang duduk di hadapan Umar dan dia berkata: Siapa di antara kalian yang mendengar Rasulullah (ﷺ) berbicara tentang fitnah? Beberapa orang berkata: Kami yang mendengarnya. Maka dia berkata: Mungkin yang kalian maksud adalah fitnah seorang lelaki terhadap keluarganya atau tetangganya, mereka menjawab: Ya. Dia (Umar) berkata: Fitnah semacam itu akan dihapuskan dengan shalat, puasa, dan sedekah. Tetapi siapa di antara kalian yang mendengar Nabi (ﷺ) menyebutkan fitnah yang akan datang seperti gelombang lautan? Hudhaifah berkata: Orang-orang terdiam, saya menjawab: Saya. Dia (Umar) berkata: Ya, sungguh, ayahmu juga sangat saleh. Hudhaifah berkata: Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata: "Fitnah akan diperlihatkan kepada hati-hati seperti tikar anyaman, dan setiap hati yang terpengaruh akan ditandai dengan tanda hitam, tetapi setiap hati yang menolak akan ditandai dengan tanda putih. Hasilnya adalah akan ada dua jenis hati: satu putih seperti batu putih yang tidak akan terpengaruh oleh fitnah selama langit dan bumi ada; dan yang lainnya hitam dan kelam seperti bejana yang terbalik, tidak mengenal yang baik dan tidak menolak yang buruk, kecuali apa yang telah dipengaruhi oleh hawa nafsunya." Hudhaifah berkata: Saya memberitahunya (Umar): Di antara kamu dan fitnah itu ada pintu tertutup, tetapi ada kemungkinan akan dibuka. Umar berkata: Apakah itu akan dibuka? Kamu telah dijadikan tanpa ayah. Seandainya itu dibuka, mungkin juga akan ditutup. Saya berkata: Tidak, itu akan dibuka, dan saya memberitahunya: Sesungguhnya pintu itu menunjukkan seorang yang akan dibunuh atau mati. Tidak ada kesalahan dalam hadits ini. Abu Khalid berkata: Saya bertanya kepada Sa'd, wahai Abu Malik, apa yang kamu maksud dengan istilah "Aswad Murbadda"? Dia menjawab: Tingkat tinggi keputihan dalam kegelapan. Saya bertanya: Apa yang dimaksud dengan "Alkoozu Mujakhiyyan"? Dia menjawab: Sebuah bejana yang terbalik.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
