Bab Larangan Nikah Shighar dan Pembatalannya
وَحَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ ح وَحَدَّثَنَاهُ إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الشِّغَارِ .
Telah menceritakan kepada saya Harun bin Abdullah, telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Muhammad, ia berkata: "Ibnu Jurayj berkata: Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Muhammad bin Rafi', dari Abdul Razzaq, bahwa Ibnu Jurayj memberitahukan kepada saya bahwa Abu Zubair mendengar Jabir bin Abdullah berkata: "Rasulullah ﷺ melarang Shighar."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
