Bab Keutamaan Madinah dan Doa Nabi ﷺ di Dalamnya untuk Berkah serta Penjelasan Larangan dan Batasan Haramnya
Shahih
wahaddatsanahu hamidu ibnu umara, haddatsana abdu alwahidi, haddatsana ashimun, qala qultu lanasi ibni malikin aharrama rasulu allahi almadinaha qala naam ma bayna kadza ila kadza faman ahdatsa fiha hadatsan - qala - tsumma qala li hadzihi syadidahun " man ahdatsa fiha hadatsan faalayhi lanahu allahi waalmalaikahi waannasi ajmaina la yaqbalu allahu minhu yawma alqiyamahi sharfan wala adlan ". qala faqala abnu anasin aw awa muhditsan.
Hamd bin Umar telah mengabarkan kepada kami, Abdul Wahid telah mengabarkan kepada kami, Asim berkata: Aku bertanya kepada Anas bin Malik, "Apakah Rasulullah ﷺ mengharamkan Madinah?" Dia menjawab: "Ya, (daerah) antara ini dan itu. Barangsiapa yang melakukan suatu inovasi di dalamnya, dan dia berkata kepadaku: "Ini adalah sesuatu yang serius untuk melakukan inovasi di dalamnya (dan barangsiapa yang melakukannya) maka atasnya adalah laknat Allah, dan laknat para malaikat dan semua manusia, Allah tidak akan menerima darinya pada hari kiamat baik amal wajib maupun amal sunnah." Ibn Anas berkata: "Atau dia menampung seorang inovator."