Bab Keutamaan Madinah dan Doa Nabi صلى الله عليه وسلم di Dalamnya dengan Penjelasan Larangannya dan Larangan Memburu serta Pohonnya dan Penjelasan Batas-Batas Haramnya
حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَخْبَرَنَا عَاصِمٌ الأَحْوَلُ، قَالَ سَأَلْتُ أَنَسًا أَحَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْمَدِينَةَ قَالَ نَعَمْ هِيَ حَرَامٌ لاَ يُخْتَلَى خَلاَهَا فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ .
Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun, telah mengabarkan kepada kami Asim al-Ahwal, ia berkata: "Saya bertanya kepada Anas, apakah Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengharamkan Madinah?" Ia menjawab: "Ya, ia adalah haram, tidak boleh diambil apapun darinya. Barangsiapa melakukannya, maka atasnya adalah laknat Allah dan para malaikat serta seluruh manusia."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
