Bab Haji untuk yang tidak mampu, karena tua atau sejenisnya atau untuk orang yang telah meninggal
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ، يَسَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ قَالَ كَانَ الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ رَدِيفَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَجَاءَتْهُ امْرَأَةٌ مِنْ خَثْعَمَ تَسْتَفْتِيهِ فَجَعَلَ الْفَضْلُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا وَتَنْظُرُ إِلَيْهِ فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصْرِفُ وَجْهَ الْفَضْلِ إِلَى الشِّقِّ الآخَرِ . قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ فَرِيضَةَ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ فِي الْحَجِّ أَدْرَكَتْ أَبِي شَيْخًا كَبِيرًا لاَ يَسْتَطِيعُ أَنْ يَثْبُتَ عَلَى الرَّاحِلَةِ أَفَأَحُجُّ عَنْهُ قَالَ " نَعَمْ " . وَذَلِكَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ .
Abdullah bin Abbas melaporkan bahwa ketika al-Fadl bin Abbas sedang menunggang di belakang Rasulullah (ﷺ), seorang wanita dari suku Khath'am datang kepadanya (kepada Nabi) meminta fatwa. Fadl memandangnya dan dia memandangnya. Rasulullah (ﷺ) memalingkan wajah al-Fadl ke arah yang lain. Wanita itu berkata: Wahai Rasulullah, ada kewajiban dari Allah atas hamba-hamba-Nya mengenai Haji. (Tetapi) ayahku adalah seorang yang sudah tua; dia tidak mampu menunggang dengan aman. Bolehkah aku melakukan Haji atas namanya? Dia berkata: Ya. Itu terjadi pada Haji Wada.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
