Bab Apakah Kita Akan Dihukum Karena Perbuatan Jahiliyah
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ قَالَ أُنَاسٌ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنُؤَاخَذُ بِمَا عَمِلْنَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ " أَمَّا مَنْ أَحْسَنَ مِنْكُمْ فِي الإِسْلاَمِ فَلاَ يُؤَاخَذُ بِهَا وَمَنْ أَسَاءَ أُخِذَ بِعَمَلِهِ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَالإِسْلاَمِ " .
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud bahwa beberapa orang berkata kepada Rasulullah (ﷺ): Wahai Rasulullah, apakah kami akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan kami yang dilakukan dalam keadaan jahiliyah (sebelum memeluk Islam)? Maka beliau (Nabi yang Mulia) menjawab: Barangsiapa di antara kalian yang melakukan perbuatan baik dalam Islam, maka ia tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan buruk yang dilakukannya (dalam keadaan jahiliyah) dan barangsiapa yang melakukan kejahatan (bahkan setelah memeluk Islam) maka ia akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan buruk yang dilakukannya baik dalam keadaan jahiliyah maupun dalam keadaan Islam.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
