Bab Ketakutan Seorang Mukmin Akan Amalannya Terhapus
Shahih
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّهُ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ} إِلَى آخِرِ الآيَةِ جَلَسَ ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ فِي بَيْتِهِ وَقَالَ أَنَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ . وَاحْتَبَسَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ فَسَأَلَ النَّبِيُّ ﷺ سَعْدَ بْنَ مُعَاذٍ فَقَالَ " يَا أَبَا عَمْرٍو مَا شَأْنُ ثَابِتٍ أَشْتَكَى " . قَالَ سَعْدٌ إِنَّهُ لَجَارِي وَمَا عَلِمْتُ لَهُ بِشَكْوَى . قَالَ فَأَتَاهُ سَعْدٌ فَذَكَرَ لَهُ قَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ ثَابِتٌ أُنْزِلَتْ هَذِهِ الآيَةُ وَلَقَدْ عَلِمْتُمْ أَنِّي مِنْ أَرْفَعِكُمْ صَوْتًا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَأَنَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ . فَذَكَرَ ذَلِكَ سَعْدٌ لِلنَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " بَلْ هُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ " .
Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa ketika ayat ini diturunkan: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengangkat suara kalian di atas suara Nabi, dan janganlah kalian berteriak kepadanya dalam berbicara, sebagaimana kalian berteriak satu sama lain, agar amal kalian tidak menjadi sia-sia, sedangkan kalian tidak menyadari" (Al-Hujurat: 2-5), Thabit bin Qais mengurung diri di rumahnya dan berkata: "Aku termasuk penghuni neraka." Ia sengaja menghindari datang kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ bertanya kepada Sa'd bin Mu'adh tentangnya dan berkata: "Wahai Abu Amr, bagaimana keadaan Thabit? Apakah ia sakit?" Sa'd berkata: "Ia adalah tetanggaku, tetapi aku tidak tahu tentang sakitnya." Sa'd datang kepadanya (Thabit) dan menyampaikan pesan dari Rasulullah ﷺ. Thabit berkata: "Ayat ini diturunkan, dan kalian tahu bahwa, di antara kalian, suaraku lebih keras dari suara Rasulullah, maka aku termasuk penghuni neraka." Sa'd memberitahukan Nabi ﷺ tentang hal ini. Nabi ﷺ bersabda: "Tidak, dia (Thabit) adalah salah satu penghuni surga."