Bab Apa yang Dikatakan tentang Makan Bersama Wanita Haid dan Air Liurnya
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ الْيَهُودَ، كَانُوا لاَ يَجْلِسُونَ مَعَ الْحَائِضِ فِي بَيْتٍ وَلاَ يَأْكُلُونَ وَلاَ يَشْرَبُونَ . قَالَ فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ ـ ﷺ ـ فَأَنْزَلَ اللَّهُ {وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ} فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " اصْنَعُوا كُلَّ شَىْءٍ إِلاَّ الْجِمَاعَ " .
Dari Anas bahwa: Orang-orang Yahudi tidak mau duduk dengan wanita haid di rumah, tidak mau makan dan tidak mau minum bersamanya. Hal itu disebutkan kepada Rasulullah, lalu Allah menurunkan firman: "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: itu adalah sesuatu yang kotor, maka jauhilah wanita selama haid." Rasulullah ﷺ bersabda: "Lakukanlah segala sesuatu kecuali hubungan seksual."