Apa yang Diperoleh dari Wanita yang Sedang Haid dan Penjelasan Ayat Allah
Shahih oleh Darussalam
akhbarana ishaqu ibnu ibrahima, qala anbaana sulaymanu ibnu harbin, qala haddatsana hammadu ibnu salamaha, an tsabitin, an anasin, qala kanati alyahudu idza hadhati almarahu minhum lam yuakiluhunna wala yusyaribuhunna wala yujamiuhunna fi albuyuti fasaalu annabiyya faanzala allahu azza wajalla wayasalunaka ani almahidhi qul huwa adzan alayaha faamarahum rasulu allahi an yuakiluhunna wayusyaribuhunna wayujamiuhunna fi albuyuti waan yashnau bihinna kulla syain ma khala aljimaa. faqalati alyahudu ma yadau rasulu allahi syayan min amrina ila khalafana. faqama usaydu ibnu hudhayrin waabbadu ibnu bisyrin faakhbara rasula allahi qala anujamiuhunna fi almahidhi fatamaara rasulu allahi tamauran syadidan hatta zhananna annahu qad ghadhiba faqama fastaqbala rasulu allahi hadiyyaha labanin fabaatsa fi atsarihima faraddahuma fasaqahuma faurifa annahu lam yaghdhab alayhima.
Diriwayatkan dari Anas: "Ketika salah satu wanita mereka haid, orang-orang Yahudi tidak mau makan atau minum bersama mereka, atau bercampur dengan mereka di rumah mereka. Mereka (para sahabat) bertanya kepada Nabi ﷺ tentang hal itu, dan Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Tinggi menurunkan ayat: 'Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: 'Itu adalah sesuatu yang menyakitkan.' Maka Rasulullah ﷺ memerintahkan mereka untuk makan dan minum bersama mereka (wanita yang sedang haid) dan bercampur dengan mereka di rumah mereka, dan melakukan segala sesuatu dengan mereka kecuali hubungan intim. Orang-orang Yahudi berkata: 'Rasulullah ﷺ tidak meninggalkan satu pun urusan kami kecuali dia melawannya.' Usaid bin Hudair dan 'Abbad bin Bishr pergi dan memberitahukan kepada Rasulullah ﷺ dan mereka berkata: 'Haruskah kami berhubungan intim dengan mereka ketika mereka sedang haid?' Ekspresi Rasulullah ﷺ berubah sangat hingga kami mengira dia marah kepada mereka, dan mereka pergi. Kemudian Rasulullah ﷺ menerima hadiah susu, lalu dia mengirim seseorang untuk memanggil mereka kembali dan memberinya minum, sehingga kami tahu bahwa dia tidak marah kepada mereka."
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis