Bab Siapa yang Menyampaikan Ilmu
Hasan oleh Darussalam
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ، حَدَّثَنَا مُبَشِّرُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَلَبِيُّ، عَنْ مُعَانِ بْنِ رِفَاعَةَ، عَنْ عَبْدِ الْوَهَّابِ بْنِ بُخْتٍ الْمَكِّيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " نَضَّرَ اللَّهُ عَبْدًا سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا ثُمَّ بَلَّغَهَا عَنِّي فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ غَيْرِ فَقِيهٍ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ " .
Telah diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Semoga Allah menyuburkan seorang hamba-Nya yang mendengar perkataanku dan memahaminya, kemudian ia menyampaikannya dariku. Ada orang yang memiliki ilmu tetapi tidak memahami, dan mungkin ada orang yang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih memahami daripada dirinya.'