Sunan Ibnu Majah · Kitab Pendahuluan · No. 232

Bab Siapa yang Menyampaikan Ilmu

Shahih oleh Darussalam

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ، قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ النَّبِيَّ ـ ﷺ ـ قَالَ " نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَبَلَّغَهُ فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَحْفَظُ مِنْ سَامِعٍ " .

haddatsana muhammadu ibnu bassyarin, wamuhammadu ibnu alwalidi, qala haddatsana muhammadu ibnu jafarin, haddatsana syubahu, an simakin, an abdi arrahmani ibni abdi allahi, an abihi, anna annabiyya qala " naddhara allahu amraan samia minna haditsan faballaghahu farubba muballaghin ahfazhu min samiin ".

Abdur-Rahman bin 'Abdullah meriwayatkan dari ayahnya bahwa: Nabi ﷺ bersabda: "Semoga Allah membuat wajahnya bersinar, orang yang mendengar sebuah hadits dari kami dan menyampaikannya, karena mungkin orang yang disampaikan itu lebih mengingatnya daripada orang yang (pertama kali) mendengarnya."

Penjelasan