Bab Shalatnya Seorang Pria di Belakang Barisan Sendirian
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ هِلاَلِ بْنِ يَسَافٍ، قَالَ أَخَذَ بِيَدِي زِيَادُ بْنُ أَبِي الْجَعْدِ فَأَوْقَفَنِي عَلَى شَيْخٍ بِالرَّقَّةِ يُقَالُ لَهُ وَابِصَةُ بْنُ مَعْبَدٍ فَقَالَ صَلَّى رَجُلٌ خَلْفَ الصَّفِّ وَحْدَهُ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ ـ ﷺ ـ أَنْ يُعِيدَ .
Diriwayatkan bahwa Hilal bin Yasaf berkata: "Ziyad bin Abu-Ja’d mengambil tanganku dan membawaku berdiri di dekat seorang lelaki tua di Raqqah, yang bernama Wabisah bin Ma’bad. Dia berkata: 'Seorang lelaki melaksanakan shalat di belakang barisan sendirian, dan Nabi ﷺ memerintahkannya untuk mengulangi shalat.'"