Bab Shalat Khauf dengan Berdiri dan Berkendara
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْقُرَشِيُّ، قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ، حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، نَحْوًا مِنْ قَوْلِ مُجَاهِدٍ إِذَا اخْتَلَطُوا قِيَامًا. وَزَادَ ابْنُ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم " وَإِنْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ فَلْيُصَلُّوا قِيَامًا وَرُكْبَانًا ".
Diriwayatkan oleh Said bin Yahya bin Said Al-Qurashi: Ayahku berkata, "Ibn Umar berkata sesuatu yang mirip dengan ucapan Mujahid: Setiap kali (Muslim dan non-Muslim) berdiri berhadapan dalam peperangan, Muslim dapat shalat sambil berdiri. Ibn Umar menambahkan, "Nabi (ﷺ) berkata, 'Jika jumlah musuh lebih banyak dari Muslim, mereka dapat shalat sambil berdiri atau berkendara (secara individu).'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
