Bab Apa yang Dikatakan tentang Harapan dan Siapa yang Mengharapkan Kesyahidan
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ، حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، وَسَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ " وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْلاَ أَنَّ رِجَالاً يَكْرَهُونَ أَنْ يَتَخَلَّفُوا بَعْدِي وَلاَ أَجِدُ مَا أَحْمِلُهُمْ مَا تَخَلَّفْتُ، لَوَدِدْتُ أَنِّي أُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ، ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ، ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ ".
Dari Abu Hurairah, saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata, "Demi Dzat yang jiwa saya berada di tangan-Nya! Seandainya tidak ada beberapa orang yang tidak suka tertinggal setelah saya dan saya tidak memiliki alat transportasi untuk mereka, saya tidak akan tertinggal (dari pertempuran suci mana pun). Saya ingin sekali mati syahid di jalan Allah dan hidup kembali, kemudian mati syahid lagi, kemudian hidup kembali, kemudian mati syahid lagi, kemudian dibangkitkan dan kemudian mati syahid."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
