Bab Hal yang Diharamkan dari Puji-pujian Sultan, dan Jika Keluar Berkata yang Lain

HR. Al-Bukhari no. 7179Shahih

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ عِرَاكٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ " إِنْ شَرَّ النَّاسِ ذُو الْوَجْهَيْنِ، الَّذِي يَأْتِي هَؤُلاَءِ بِوَجْهٍ وَهَؤُلاَءِ بِوَجْهٍ ".

Cara baca (latin)

haddatsana qutaybahu, haddatsana allaytsu, an yazida ibni abi habibin, an irakin, an abi hurayraha, annahu samia rasula allahi yaqulu " in syarra annasi dzu alwajhayni, adzi yati haulai biwajhin wahaulai biwajhin ".

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Al-Layth, dari Yazid bin Abi Habib, dari Iraak, dari Abu Hurairah, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya seburuk-buruk manusia adalah orang yang memiliki dua wajah, yang datang kepada sebagian orang dengan satu wajah dan kepada sebagian yang lain dengan wajah yang lain."