Bab tentang apa yang datang mengenai para penafsir
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا وَكِيعٌ، ح حَدَّثَنَا يَحْيَى، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، رضى الله عنه قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ {الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ} شَقَّ ذَلِكَ عَلَى أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَقَالُوا أَيُّنَا لَمْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " لَيْسَ كَمَا تَظُنُّونَ. إِنَّمَا هُوَ كَمَا قَالَ لُقْمَانُ لاِبْنِهِ {يَا بُنَىَّ لاَ تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ}".
Dari Abdullah رضي الله عنه, ia berkata: Ketika ayat ini diturunkan: 'Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur iman mereka dengan kezaliman (menyembah selain Allah).' (6.82), hal itu berat bagi para sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم dan mereka berkata, 'Siapa di antara kita yang tidak menzalimi dirinya sendiri?' Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, 'Makna ayat ini bukan seperti yang kalian sangka, tetapi seperti yang dikatakan Luqman kepada putranya, 'Wahai putraku! Janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya menyekutukan Allah adalah kezaliman yang besar.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
