Bab Sesungguhnya Imam Diciptakan untuk Diikuti
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ، أَنَّهَا قَالَتْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي بَيْتِهِ وَهْوَ شَاكٍ، فَصَلَّى جَالِسًا وَصَلَّى وَرَاءَهُ قَوْمٌ قِيَامًا، فَأَشَارَ إِلَيْهِمْ أَنِ اجْلِسُوا، فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ " إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ، فَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا، وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا، وَإِذَا صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا ".
Diriwayatkan dari Aisyah, ibu para mukmin: Rasulullah (ﷺ) pada saat sakitnya shalat di rumahnya sambil duduk, sedangkan beberapa orang shalat di belakangnya dengan berdiri. Nabi (ﷺ) memberi isyarat kepada mereka untuk duduk. Setelah selesai shalat, beliau bersabda, 'Imam itu diikuti: rukuklah ketika ia rukuk, angkatlah kepala kalian (berdiri tegak) ketika ia mengangkat kepalanya dan ketika ia berkata, 'Sami`a l-lahu liman hamidah' (Allah mendengar siapa yang memuji-Nya) maka ucapkanlah 'Rabbana wa laka l-hamd' (Wahai Tuhan kami! Segala puji bagi-Mu), dan jika ia shalat sambil duduk maka shalatlah sambil duduk.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
