Bab Pembicaraan dalam Fiqh dan Kebaikan setelah Isya
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ حَدَّثَنِي سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي حَثْمَةَ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ، قَالَ صَلَّى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم صَلاَةَ الْعِشَاءِ فِي آخِرِ حَيَاتِهِ، فَلَمَّا سَلَّمَ قَامَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ " أَرَأَيْتَكُمْ لَيْلَتَكُمْ هَذِهِ فَإِنَّ رَأْسَ مِائَةٍ لاَ يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ الْيَوْمَ عَلَى ظَهْرِ الأَرْضِ أَحَدٌ ". فَوَهِلَ النَّاسُ فِي مَقَالَةِ رَسُولِ اللَّهِ ـ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ـ إِلَى مَا يَتَحَدَّثُونَ مِنْ هَذِهِ الأَحَادِيثِ عَنْ مِائَةِ سَنَةٍ، وَإِنَّمَا قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " لاَ يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ الْيَوْمَ عَلَى ظَهْرِ الأَرْضِ " يُرِيدُ بِذَلِكَ أَنَّهَا تَخْرِمُ ذَلِكَ الْقَرْنَ.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar: Nabi (ﷺ) melaksanakan salah satu shalat Isya di akhir hayatnya dan setelah menyelesaikannya dengan salam, beliau berdiri dan berkata, "Apakah kalian menyadari (pentingnya) malam ini? Tidak ada seorang pun yang hadir di permukaan bumi malam ini yang akan hidup setelah genap seratus tahun dari malam ini." Orang-orang salah memahami makna pernyataan Rasulullah (ﷺ) dan mereka terlibat dalam hal-hal yang dikatakan tentang para perawi ini (yaitu, beberapa mengatakan bahwa Hari Kebangkitan akan ditegakkan setelah 100 tahun, dll.) Tetapi Nabi (ﷺ) berkata, "Tidak ada seorang pun yang hadir di permukaan bumi malam ini yang akan hidup setelah genap seratus tahun dari malam ini"; beliau bermaksud "Ketika abad itu (orang-orang dari abad itu) akan meninggal."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
