Bab Menempatkan Anak di Pangkuan
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ هِشَامٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَضَعَ صَبِيًّا فِي حِجْرِهِ يُحَنِّكُهُ، فَبَالَ عَلَيْهِ، فَدَعَا بِمَاءٍ فَأَتْبَعَهُ.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Muthanna, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Said, dari Hisham, ia berkata: 'Ayahku mengabarkan kepadaku dari Aisyah, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم meletakkan seorang anak di pangkuannya untuk Tahnik (yaitu mengunyah kurma di mulutnya dan meletakkan airnya di mulut anak tersebut). Anak itu berkemih di atasnya, lalu beliau meminta air dan menuangkannya di tempat kencing tersebut.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
