Bab Siapa yang Menempatkan Batu Cincin di Telapak Tangan
Shahih
haddatsana musa ibnu ismaila, haddatsana juwayriyahu, an nafiin, anna abda allahi, haddatsahu anna annabiyya ashthanaa khataman min dzahabin, jaala fasshahu fi bathni kaffihi idza labisahu, fashthanaa annasu khawatima min dzahabin, faraqiya alminbara, fahamida allaha waatsna alayhi faqala " inni kuntu ashthanatuhu, wainni la albasuhu ". fanabadzahu fanabadza annasu. qala juwayriyahu wala ahsibuhu ila qala fi yadihi alyumna.
Diriwayatkan dari Abdullah: Nabi ﷺ memiliki cincin emas yang dibuat untuk dirinya sendiri, dan ketika ia memakainya, ia biasa menghadap batu cincin tersebut ke telapak tangannya. Maka orang-orang pun membuat cincin emas untuk diri mereka sendiri. Nabi ﷺ kemudian naik ke mimbar, dan setelah memuji dan memuji Allah, ia berkata, "Saya telah membuatnya untuk diri saya, tetapi sekarang saya tidak akan memakainya lagi." Ia melemparkannya, dan kemudian orang-orang pun melempar cincin mereka juga. (Juwairiya, seorang perawi, berkata: Saya rasa Anas mengatakan bahwa Nabi ﷺ memakai cincin itu di tangan kanannya.)