Shahih Al-Bukhari · Kitab Minuman · No. 5633

Bab Wadah Perak

Shahih

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنِ ابْنِ عَوْنٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى، قَالَ خَرَجْنَا مَعَ حُذَيْفَةَ وَذَكَرَ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ ‏"‏ لاَ تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَلاَ تَلْبَسُوا الْحَرِيرَ وَالدِّيبَاجَ، فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَكُمْ فِي الآخِرَةِ ‏"‏‏.‏

Diriwayatkan dari Hudhaifah: Nabi ﷺ bersabda, "Janganlah kalian minum dalam wadah emas atau perak, dan janganlah kalian mengenakan pakaian sutra atau dibaj, karena barang-barang ini adalah untuk mereka (kafir) di dunia ini dan untuk kalian di akhirat."