Shahih Al-Bukhari · Kitab Talak · No. 5320

Bab: Dan Wanita yang Hamil, Masa Idah Mereka Adalah Sampai Mereka Melahirkan

Shahih

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ قَزَعَةَ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ، أَنَّ سُبَيْعَةَ الأَسْلَمِيَّةَ، نُفِسَتْ بَعْدَ وَفَاةِ زَوْجِهَا، بِلَيَالٍ فَجَاءَتِ النَّبِيَّ ﷺ فَاسْتَأْذَنَتْهُ أَنْ تَنْكِحَ، فَأَذِنَ لَهَا، فَنَكَحَتْ.

haddatsana yahya ibnu qazaaha, haddatsana malikun, an hisyami ibni urwaha, an abihi, ani almiswari ibni makhramaha, anna subayaha alaslamiyyaha, nufisat bada wafahi zawjiha, bilayalin fajaati annabiyya fastadzanathu an tankiha, faadzina laha, fanakahat.

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Qaz'ah, telah menceritakan kepada kami Malik, dari Hisham bin Urwah, dari ayahnya, dari Al-Miswer bin Makhramah, bahwa Subai'a Al-Aslamiya melahirkan anak beberapa hari setelah kematian suaminya. Ia datang kepada Nabi ﷺ dan meminta izin untuk menikah lagi, dan Nabi ﷺ memberikan izin kepadanya, lalu ia menikah.

Penjelasan