Bab Hijrah Nabi dan Para Sahabat ke Madinah
حَدَّثَنَا أَصْبَغُ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ أَبَا بَكْرٍ ـ رضى الله عنه ـ تَزَوَّجَ امْرَأَةً مِنْ كَلْبٍ يُقَالُ لَهَا أُمُّ بَكْرٍ، فَلَمَّا هَاجَرَ أَبُو بَكْرٍ طَلَّقَهَا، فَتَزَوَّجَهَا ابْنُ عَمِّهَا، هَذَا الشَّاعِرُ الَّذِي قَالَ هَذِهِ الْقَصِيدَةَ، رَثَى كُفَّارَ قُرَيْشٍ وَمَاذَا بِالْقَلِيبِ قَلِيبِ بَدْرٍ مِنَ الشِّيزَى تُزَيَّنُ بِالسَّنَامِ وَمَاذَا بِالْقَلِيبِ، قَلِيبِ بَدْرٍ مِنَ الْقَيْنَاتِ وَالشَّرْبِ الْكِرَامِ تُحَيِّي بِالسَّلاَمَةِ أُمُّ بَكْرٍ وَهَلْ لِي بَعْدَ قَوْمِي مِنْ سَلاَمِ يُحَدِّثُنَا الرَّسُولُ بِأَنْ سَنَحْيَا وَكَيْفَ حَيَاةُ أَصْدَاءٍ وَهَامِ
Aisyah berkata: Abu Bakr menikahi seorang wanita dari suku Bani Kalb, yang disebut Um Bakr. Ketika Abu Bakr berhijrah ke Madinah, ia menceraikannya dan wanita itu dinikahi oleh sepupunya, seorang penyair yang mengatakan puisi berikut untuk meratapi orang-orang kafir Quraisy: "Apa yang ada di dalam sumur, Sumur Badr, (Pemilik) nampan punggung unta yang dipanggang? Apa yang ada di dalam sumur, Sumur Badr, (Pemilik) penyanyi wanita dan teman-teman yang mulia; yang biasa minum (anggur) bersama, Um Bakr menyapa kami dengan salam, tetapi bisakah aku menemukan kedamaian setelah bangsaku pergi? Rasul memberitahu kami bahwa kami akan hidup kembali, tetapi kehidupan seperti apa yang akan dijalani oleh burung hantu dan tengkorak?:
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
