Bab Keutamaan Umar bin Al-Khattab Abu Hafsh Al-Qurasyi Al-Adawi رضي الله عنه
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الصَّلْتِ أَبُو جَعْفَرٍ الْكُوفِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي حَمْزَةُ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ " بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ شَرِبْتُ ـ يَعْنِي اللَّبَنَ ـ حَتَّى أَنْظُرُ إِلَى الرِّيِّ يَجْرِي فِي ظُفُرِي أَوْ فِي أَظْفَارِي، ثُمَّ نَاوَلْتُ عُمَرَ ". فَقَالُوا فَمَا أَوَّلْتَهُ قَالَ " الْعِلْمَ ".
Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Shalt Abu Ja'far Al-Kufi, telah bercerita kepada kami Ibn al-Mubarak, dari Yunus, dari Az-Zuhri, dia berkata: Hamzah memberitahuku dari ayahnya, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Ketika aku tidur, aku melihat diriku minum (yaitu susu), dan aku sangat puas hingga aku melihat susu itu mengalir di bawah kukuku. Kemudian aku memberikan (susu) itu kepada Umar." Mereka (yaitu para sahabat Nabi) bertanya, "Apa yang kamu tafsirkan?" Dia berkata, "Ilmu."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
