Bab Sifat Iblis dan Pasukannya
Shahih
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ، أَخْبَرَنَا عَبْدَةُ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " إِذَا طَلَعَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَدَعُوا الصَّلاَةَ حَتَّى تَبْرُزَ، وَإِذَا غَابَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَدَعُوا الصَّلاَةَ حَتَّى تَغِيبَ ". " وَلاَ تَحَيَّنُوا بِصَلاَتِكُمْ طُلُوعَ الشَّمْسِ وَلاَ غُرُوبَهَا، فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ ". أَوِ الشَّيْطَانِ. لاَ أَدْرِي أَىَّ ذَلِكَ قَالَ هِشَامٌ.
Dari Ibn Umar, Rasulullah ﷺ bersabda, "Ketika (ujung) sinar matahari muncul (di pagi hari), janganlah kalian melakukan shalat hingga matahari muncul sepenuhnya, dan ketika (ujung) sinar matahari terbenam, janganlah kalian melakukan shalat hingga terbenam sepenuhnya. Dan kalian tidak boleh mencari untuk shalat saat terbit atau terbenamnya matahari, karena matahari terbit di antara dua sisi kepala setan (atau Iblis)."