Bab Tentang Kafir yang Membunuh Muslim Kemudian Masuk Islam dan Dihukum
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ، قَالَ أَخْبَرَنِي عَنْبَسَةُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَهْوَ بِخَيْبَرَ بَعْدَ مَا افْتَتَحُوهَا، فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَسْهِمْ لِي. فَقَالَ بَعْضُ بَنِي سَعِيدِ بْنِ الْعَاصِ لاَ تُسْهِمْ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ هَذَا قَاتِلُ ابْنِ قَوْقَلٍ. فَقَالَ ابْنُ سَعِيدِ بْنِ الْعَاصِ وَاعَجَبًا لِوَبْرٍ تَدَلَّى عَلَيْنَا مِنْ قَدُومِ ضَأْنٍ، يَنْعَى عَلَىَّ قَتْلَ رَجُلٍ مُسْلِمٍ أَكْرَمَهُ اللَّهُ عَلَى يَدَىَّ وَلَمْ يُهِنِّي عَلَى يَدَيْهِ. قَالَ فَلاَ أَدْرِي أَسْهَمَ لَهُ أَمْ لَمْ يُسْهِمْ لَهُ. قَالَ سُفْيَانُ وَحَدَّثَنِيهِ السَّعِيدِيُّ عَنْ جَدِّهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ. قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ السَّعِيدِيُّ عَمْرُو بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ سَعِيدِ بْنِ الْعَاصِ.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah: Saya pergi kepada Rasulullah (ﷺ) ketika beliau berada di Khaibar setelah Khaibar jatuh ke tangan kaum Muslim. Saya berkata, "Wahai Rasulullah! Berikanlah saya bagian (dari tanah Khaibar)." Salah satu putra Sa'id bin Al-'As berkata, "Wahai Rasulullah! Jangan berikan dia bagian." Saya berkata, "Ini adalah pembunuh Ibn Qauqal." Putra Sa'id bin Al-'As berkata, "Aneh! Seekor Wabr (yaitu tikus tanah) yang turun kepada kami dari gunung Qaduim (yaitu tempat penggembalaan domba) menyalahkan saya karena membunuh seorang Muslim yang dimuliakan oleh Allah karena saya, dan Allah tidak menghinakan saya di tangannya (yaitu tidak dibunuh sebagai kafir)." (Perawi berkata, "Saya tidak tahu apakah Nabi (ﷺ) memberinya bagian atau tidak.")
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
