Bab Hadiah yang Dilarang Memakainya
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ مَيْسَرَةَ، قَالَ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ، عَنْ عَلِيٍّ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ أَهْدَى إِلَىَّ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم حُلَّةً سِيَرَاءَ فَلَبِسْتُهَا، فَرَأَيْتُ الْغَضَبَ فِي وَجْهِهِ، فَشَقَقْتُهَا بَيْنَ نِسَائِي.
Hajjaj bin Minhal berkata: Telah menceritakan kepada kami Syubaha, ia berkata: Telah mengabarkan kepada saya Abdul Malik bin Maysarah, ia berkata: Saya mendengar Zaid bin Wahb dari Ali رضي الله عنه, ia berkata: Nabi صلى الله عليه وسلم memberikan kepada saya sebuah pakaian sutra yang halus, lalu saya memakainya. Ketika saya melihat tanda-tanda kemarahan di wajahnya, saya pun merobeknya menjadi beberapa bagian dan membagikannya kepada istri-istriku.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
