Shahih Al-Bukhari · Kitab tentang Barang Temuan · No. 2435

Bab Tidak Boleh Memerah Susu Tanpa Izin

Shahih

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " لاَ يَحْلُبَنَّ أَحَدٌ مَاشِيَةَ امْرِئٍ بِغَيْرِ إِذْنِهِ، أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ تُؤْتَى مَشْرُبَتُهُ فَتُكْسَرَ خِزَانَتُهُ، فَيُنْتَقَلَ طَعَامُهُ فَإِنَّمَا تَخْزُنُ لَهُمْ ضُرُوعُ مَوَاشِيهِمْ أَطْعِمَاتِهِمْ، فَلاَ يَحْلُبَنَّ أَحَدٌ مَاشِيَةَ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِهِ ".

haddatsana abdu allahi ibnu yusufa, akhbarana malikun, an nafiin, an abdi allahi ibni umara rdh allah nhm anna rasula allahi qala " la yahlubanna ahadun masyiyaha amriin bighayri idznihi, ayuhibbu ahadukum an tuta masyrubatuhu fatuksara khizanatuhu, fayuntaqala thaamuhu fainnama takhzunu lahum dhuruu mawasyihim athimatihim, fala yahlubanna ahadun masyiyaha ahadin ila biidznihi ".

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Nafi', dari Abdullah bin Umar - semoga Allah meridhai keduanya - bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak boleh seorang pun memerah susu milik seseorang tanpa izinnya. Apakah salah satu di antara kalian suka jika ada orang datang ke tokonya dan memecahkan wadahnya serta mengambil makanannya? Sesungguhnya ambing hewan adalah tempat penyimpanan makanan mereka, maka tidak boleh seorang pun memerah susu hewan milik orang lain kecuali dengan izinnya."

Penjelasan