Bab Kebaikan Dalam Menagih
حَدَّثَنَا مُسْلِمٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ، عَنْ رِبْعِيٍّ، عَنْ حُذَيْفَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ " مَاتَ رَجُلٌ، فَقِيلَ لَهُ قَالَ كُنْتُ أُبَايِعُ النَّاسَ، فَأَتَجَوَّزُ عَنِ الْمُوسِرِ، وَأُخَفِّفُ عَنِ الْمُعْسِرِ، فَغُفِرَ لَهُ ". قَالَ أَبُو مَسْعُودٍ سَمِعْتُهُ مِنَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم.
Diriwayatkan Hudhaifah: Saya mendengar Nabi (ﷺ) bersabda, "Sekali seorang pria meninggal dan ditanya, 'Apa yang biasa kamu katakan (atau lakukan) (dalam hidupmu)?' Dia menjawab, 'Saya seorang pedagang dan biasa memberi waktu kepada orang kaya untuk membayar utangnya dan (biasa) mengurangi sebagian utang orang miskin.' Maka dia diampuni (dosa-dosanya)." Abu Mas'ud berkata, "Saya mendengar hal yang sama (Hadits) dari Nabi."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
