Bab Tentang Apa yang Dilakukan oleh Para Sahabat Nabi dalam Pertanian dan Hasil Pertanian
Shahih
haddatsana ubaydu allahi ibnu musa, akhbarana alawzaiyyu, an athain, an jabirin rdh allah nh qala kanu yazraunaha biattsulutsi waarrubui waannishfi faqala annabiyyu " man kanat lahu ardhun falyazraha aw liyamnahha, fain lam yafal falyumsik ardhahu ". waqala arrabiu ibnu nafiin abu tawbaha haddatsana muawiyahu, an yahya, an abi salamaha, an abi hurayraha rdh allah nh qala qala rasulu allahi " man kanat lahu ardhun falyazraha aw liyamnahha akhahu, fain aba falyumsik ardhahu ".
Dari Jabir, ia berkata: "Mereka biasa menyewa tanah mereka untuk ditanami sepertiga, seperempat, atau setengah dari hasilnya. Nabi bersabda, "Siapa pun yang memiliki tanah, hendaklah ia mengolahnya sendiri atau memberikannya kepada saudaranya (Muslim) secara gratis; jika tidak, maka biarkanlah tanahnya tidak ditanami." Dari Abu Hurairah, Rasulullah (s.a.w) bersabda, "Siapa pun yang memiliki tanah, hendaklah ia mengolahnya sendiri atau memberikannya kepada saudaranya (Muslim) secara gratis; jika tidak, maka ia harus membiarkan tanahnya tidak ditanami."