Bab Siapa yang Menyewakan Diri untuk Mengangkut Barang, Kemudian Bersedekah dengan Upahnya
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ شَقِيقٍ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الأَنْصَارِيِّ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَمَرَ بِالصَّدَقَةِ انْطَلَقَ أَحَدُنَا إِلَى السُّوقِ فَيُحَامِلُ فَيُصِيبُ الْمُدَّ، وَإِنَّ لِبَعْضِهِمْ لَمِائَةَ أَلْفٍ، قَالَ مَا نُرَاهُ إِلاَّ نَفْسَهُ.
Diriwayatkan dari Abu Mas'ud Al-Ansari: "Setiap kali Rasulullah (ﷺ) memerintahkan kami untuk bersedekah, kami pergi ke pasar dan bekerja sebagai pengangkut untuk mendapatkan satu mudd (dua genggam) (makanan), tetapi sekarang sebagian dari kami memiliki seratus ribu dirham atau dinar. (Perawi) Shaqiq berkata, "Saya pikir Abu Mas'ud bermaksud dirinya sendiri dengan mengatakan (sebagian dari kami)."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
