Bab Menghilangkan Darah
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ هِشَامٍ، قَالَ حَدَّثَتْنِي فَاطِمَةُ، عَنْ أَسْمَاءَ، قَالَتْ جَاءَتِ امْرَأَةٌ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ أَرَأَيْتَ إِحْدَانَا تَحِيضُ فِي الثَّوْبِ كَيْفَ تَصْنَعُ قَالَ " تَحُتُّهُ، ثُمَّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ، وَتَنْضَحُهُ وَتُصَلِّي فِيهِ ".
Diriwayatkan dari Asma': Seorang wanita datang kepada Nabi (ﷺ) dan berkata, 'Jika salah satu dari kami haid di pakaiannya, maka apa yang harus dia lakukan?' Beliau menjawab, 'Dia harus (mengambil bagian yang terkena), menggosoknya dan memasukkannya ke dalam air, dan menggosoknya untuk menghilangkan bekas darah, kemudian menuangkan air di atasnya. Setelah itu, dia bisa shalat dengan pakaian tersebut.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
