Shahih Al-Bukhari · Kitab Wudhu · No. 227

Bab Menghilangkan Darah

Shahih

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ هِشَامٍ، قَالَ حَدَّثَتْنِي فَاطِمَةُ، عَنْ أَسْمَاءَ، قَالَتْ جَاءَتِ امْرَأَةٌ النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَتْ أَرَأَيْتَ إِحْدَانَا تَحِيضُ فِي الثَّوْبِ كَيْفَ تَصْنَعُ قَالَ " تَحُتُّهُ، ثُمَّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ، وَتَنْضَحُهُ وَتُصَلِّي فِيهِ ".

haddatsana muhammadu ibnu almutsanna, qala haddatsana yahya, an hisyamin, qala haddatsatni fathimahu, an asmaa, qalat jaati amraahun annabiyya faqalat araayta ihdana tahidhu fi attsawbi kayfa tashnau qala " tahuttuhu, tsumma taqrushuhu bialmai, watandhahuhu watushalli fihi ".

Diriwayatkan dari Asma': Seorang wanita datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, 'Jika salah satu dari kami haid di pakaiannya, maka apa yang harus dia lakukan?' Beliau menjawab, 'Dia harus (mengambil bagian yang terkena), menggosoknya dan memasukkannya ke dalam air, dan menggosoknya untuk menghilangkan bekas darah, kemudian menuangkan air di atasnya. Setelah itu, dia bisa shalat dengan pakaian tersebut.'

Penjelasan