Bab Menghilangkan Darah
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ جَاءَتْ فَاطِمَةُ ابْنَةُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلاَ أَطْهُرُ، أَفَأَدَعُ الصَّلاَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " لاَ، إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ، وَلَيْسَ بِحَيْضٍ، فَإِذَا أَقْبَلَتْ حَيْضَتُكِ فَدَعِي الصَّلاَةَ، وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلِّي ". قَالَ وَقَالَ أَبِي " ثُمَّ تَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلاَةٍ، حَتَّى يَجِيءَ ذَلِكَ الْوَقْتُ ".
Telah datang Fatimah binti Abi Hubaish kepada Nabi (ﷺ) dan berkata, "Wahai Rasulullah (ﷺ), aku seorang wanita yang mengalami pendarahan terus-menerus dan tidak menjadi bersih. Haruskah aku meninggalkan shalat?" Rasulullah (ﷺ) menjawab, "Tidak, karena itu adalah dari pembuluh darah dan bukan haid. Jadi ketika haidmu datang, tinggalkan shalat, dan ketika haidmu selesai, basuhlah darah itu (mandi) dan lakukan shalat." Hisham (perawi) menyebutkan bahwa ayahnya juga berkata, (Nabi (ﷺ) berkata kepadanya): "Lakukan wudhu untuk setiap shalat hingga waktu haid berikutnya datang."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
