Bab Menuangkan Wudhu Nabi صلى الله عليه وسلم ke atas yang pingsan
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، قَالَ سَمِعْتُ جَابِرًا، يَقُولُ جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَعُودُنِي، وَأَنَا مَرِيضٌ لاَ أَعْقِلُ، فَتَوَضَّأَ وَصَبَّ عَلَىَّ مِنْ وَضُوئِهِ، فَعَقَلْتُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَنِ الْمِيرَاثُ إِنَّمَا يَرِثُنِي كَلاَلَةٌ. فَنَزَلَتْ آيَةُ الْفَرَائِضِ.
Dari Jabir: Rasulullah (ﷺ) datang mengunjungiku ketika aku sakit dan tidak sadar. Ia melakukan wudhu dan menyiramkan sisa air wudhu ke atasku, maka aku pun sadar dan berkata, "Wahai Rasulullah! Kepada siapa warisanku akan pergi, karena aku tidak memiliki keturunan atau sanak keluarga?" Kemudian diturunkan ayat-ayat mengenai Fara'id (warisan).
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
