Bab Mandi dan Wudhu di Tempat Air
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُنِيرٍ، سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ بَكْرٍ، قَالَ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ حَضَرَتِ الصَّلاَةُ، فَقَامَ مَنْ كَانَ قَرِيبَ الدَّارِ إِلَى أَهْلِهِ، وَبَقِيَ قَوْمٌ، فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِمِخْضَبٍ مِنْ حِجَارَةٍ فِيهِ مَاءٌ، فَصَغُرَ الْمِخْضَبُ أَنْ يَبْسُطَ فِيهِ كَفَّهُ، فَتَوَضَّأَ الْقَوْمُ كُلُّهُمْ. قُلْنَا كَمْ كُنْتُمْ قَالَ ثَمَانِينَ وَزِيَادَةً.
Dari Anas: Ketika waktu shalat tiba, mereka yang rumahnya dekat bangkit dan pergi kepada keluarga mereka (untuk berwudhu), dan masih ada beberapa orang (yang duduk). Kemudian sebuah pot kecil (Mikhdab) yang berisi air dibawa kepada Rasulullah. Pot itu kecil, tidak cukup lebar untuk seseorang menyebarkan tangannya; namun semua orang melakukan wudhu. (Sang sub-narrator berkata, "Kami bertanya kepada Anas, 'Berapa banyak orang di antara kalian?' Anas menjawab, 'Kami delapan puluh atau lebih'). (Ini adalah salah satu mukjizat Rasulullah).
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
