Shahih Al-Bukhari · Kitab Puasa · No. 1900

Bab Apakah Dikatakan Ramadan atau Bulan Ramadan dan Siapa yang Melihatnya Seluruhnya

Shahih

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي سَالِمٌ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ ‏"‏ إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا، وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ ‏"‏‏.‏ وَقَالَ غَيْرُهُ عَنِ اللَّيْثِ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ وَيُونُسُ لِهِلاَلِ رَمَضَانَ‏.‏

Dari Ibn 'Umar: Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Ketika kalian melihat bulan sabit (bulan Ramadan), mulailah berpuasa, dan ketika kalian melihat bulan sabit (bulan Syawal), berhentilah berpuasa; dan jika langit mendung (dan kalian tidak bisa melihatnya) maka anggaplah bulan Ramadan sebagai 30 hari."